Ilmu Ikhlas seorang guru ilmu hikmah   Leave a comment

Seorang senior pada masa mudanya suka belajar beladiri dan ilmu hikmah. Semua preman dari depok sampai lenteng agung kenal namanya. Bukan karena dia preman tapi karena kehebatannya.

Saat itu dia masih jadi security di pabrik. Sering para pencuri menyatroni gudangnya dan tentunya tidak sendirian. Nyatanya sendirian dia bisa mengalahkan mereka semua. Bahkan senjata mereka kadang di koleksi.

Saat dia dinyatakan jadi guru di aliran ilmu hikmahnya yang berpusat di jawa barat dan merupakan salah satu pionir tenaga dalam di Indonesia sejak tahun 60-an (perguruan tenaga dalam lain booming tahun 80-an), dia mulai punya banyak murid.

Juga punya musuh musuh baru yang ingin menjajalnya. Karena dia juga pesilat tangguh (aliran Cingkrik betawi) dan ilmu hikmah, dia selalu layani tantangan baik fisik maupun fisik. Kadang ada ular, kalajengking, lipan… Yang mati di depan pagarnya, ditemukan pagi hari. Konon itu bentuk santet yang dikirim padanya tapi gagal masuk ke rumahnya.

Pernah juga sepeda anaknya hanya diparkir diluar tembok pagar. Saat subuhan ternyata banyak orang datang. Ternyata ada pencuri sepeda yang tak bisa gerak hanya berdiri memegang sepeda anaknya. Kena siker gaib.

Dia tak pernah memungut sepeserpun uang saat menolong orang, pengisian dan pengijazahan amalan.  Bahkan muridnya yang 20 tahun tak bertemupun saat minta diisi lagi dan minta amalan, juga free.

Padahal rekan rekan seperguruannya hampir semua pasang tarif. Pengisian sekian ratus. Per amalan sekian ratus. Sang guru bisa cepat kaya.

Saat ditanya murid murid nya jawabannya nencengangkan :

1. Ayat Tuhan di kitab kan ada. Tidak perlu dijual. Lha apa pada mau buka kitab ?

2. Orang minta diisi biasanya ada masalah atau untuk jaga diri. Mosok mau ditarif ? Apalagi yang berobat.  (Nyatanya jika ada yang nyangoni, dia kirim ke masjid, diambil sedikit buat beli gula dan teh persiapan buat tamu lain. Bahkan murid yang mau kirim uang tiap bulan juga ditolak dengan tegas).

3. Tentang teman temannya yang pasang tarif…. Dia hanya senyum…. Lha kan mereka tidak punya pekerjaan dan usaha lain. Beda dengan saya yang tiap bulan gajian dan nanti ada pensiunan. (Dia kerja di instansi pemerintah dan hampir pensiun)

4. Saat muridnya mau jadi guru walaupun dia bisa tapi selalu diajak ke guru besarnya di jawa barat. Katanya supaya kenal dengan yang lain, supaya dapat sertifikat dan diakui secara nasional. Tiap tahun pasti diundang ke pusat perguruan di sebuah ponpes. (Padahal ditempat lain pasti di sah kan sendiri dan dipungut jutaan rupiah masuk kantong sendiri).

5.  Yang bikin murid muridnya malu, dia berkata : kalau saya pasang tarif mana mau kalian awet sekian puluh tahun masih berguru sama saya…

 

Ha ha ha.

Guru macam ini sudah jarang. Puluhan tahun tetap idealis dan konsisten dengan idealismenya. Dulu saat jadi guru dari ponpes nya belum ada sertifikat. Di beripun sekarang dia tak mau. Nyatanya dari guru besar sampai semua guru lain tahu betul siapa dia.

Semoga semua keikhlasan orang orang, para tuan guru seperti dia dalam membantu sesama bisa jadi sumber barokah dan pahala bagi orang orang seperti dia bahkan setelah mereka kelak meninggal dunia. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: