‘ORANG PINTAR’ JAMAN SEKARANG   Leave a comment

Jaman dulu, untuk bertemu dengan ‘orang pintar’ harus pergi ke pelosok desa, kadang naik gunung atau di dekat hutan. Untuk minta tolong, cukup dengan bawa teh dan gula sebagai oleh oleh tanda silaturahmi.  Untuk berguru, kadang harus nyantrik bertahun tahun sambil membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Di suatu lokasi, jumlah orang pintar bisa

Jaman berubah. Dimulai sejak tahun 1980 saat tenaga dalam menjamur dimana mana. Lalu para pendekar tenaga dalam pun bermunculan. Berkat latihan di padepokan, indera batin lebih peka, belum lagi kemampuan olah enersi batin untuk berbagai keperluan. Para pendekar pun buka perguruan sendiri atau bahkan buka praktek paranormal.

Ponpes juga salah satu pencetak banyak ‘orang pintar’. Para kiai tak saja mengajarkan ilmu pendidikan akademis dan ilmu agama, tapi juga ajarkan ilmu hikmah agar santrinya punya bekal ekstra sekaligus untuk pengalaman spiritual santrinya. Lulus dari pondok, dimulai dengan menolong orang orang dekat, berita kemampuan mereka pun mulai tersebar.

Jaman sekarang jauh lebih mudah lagi. Banyak orang pintar pasang iklan. Program biasa sampai program gurupun digelar. Bahkan kini konon hanya butuh kurang dari 1 jam untuk jadi guru alias orang pintar !!!!

Benakah demikian ? Bagi pemain lama ilmu gaib, jawabannya tentu tidak. Ada ilmu yang bisa instant, tapi ada ilmu yang butuh ketekunan . Mau ilmu tenaga dalam, ilmu kebal, kharisma, pemagaran gaib ??? Sekali isi juga bisa. Diisi lewat media air putih atau menelan sesuatu, atau pasang susuk, di test juga langsung bisa.

Mau ilmu indera keenam, seperti ilmu terawangan, pendengaran gaib, sedulur papat sampai meraga sukma ? Nanti dulu. Mantra bisa di ajarkan, enersi bisa di salurkan, tapi teknik butuh latihan.

Anggap saja anda mau kursus TOEFL. Beli saja paketnya, buku dan kaset lengkap dengan kunci jawaban dan teknik pembahasan. Bisakah anda dapat skor 550 hanya dengan membelinya ? Tentu tidak. Dibutuhkan latihan dan pemahaman.

Atau mau mahir sulap ? Beli saja video Breaking the Magician Code. Buat dan beli juga perlengkapannya. Bisa langsung tampil memukau ? Tentu tidak. Semua butuh pengalaman. Ada jam terbang yang dibutuhkan untuk bisa kuasai dengan benar.

Ilmu terawangan misalnya, butuh waktu untuk bisa memahami symbol batin, karena beda orang beda symbol yang diterimanya, tergantung dari pengalaman batin orang itu yang di rekam dalam bawah sadar.  Kadang gambaran yang diterima juga hanya sepotong, bukan rangkaian gambaran utuh. Belum lagi jika mengharapkan bisa lihat orang dari kejauhan mirip seperti nonton film atau pakai CCTV…. Waduh, salah persepsi.

Ilmu pendengaran gaib juga sama. Kadang suara yang didengar lirih, kadang hanya potongan kata, bukan kalimat yang utuh. Lebih parah lagi kalimatnya ungkapan  / symbol sehingga jika tak diterjemahkan bisa salah hasilnya.

Ilmu meraga sukma bukanlah ilmu untuk bisa keliling alam fisik dengan sukma. Atau intip kamar mandi atau kamar tidur orang lain. Bahkan mau tahu isi barang di rumah orang lain. Persepsi yang didapat oleh badan non fisik akan disampaikan kepada kesadaran fisik menurut bahasa yang dikenal pikiran bawah sadar pelaku. Mimpi adalah ingatan bawah sadar yang disampaikan kepada pikiran sadar dengan bahasa yang mereka kenal. Maka mimpi kadang aneh dan tak masuk akal. Bedanya saat meraga sukma ingatan kita hampir 100% sehingga ingat detailnya. Tapi yang perlu diingat, apa yang anda alami di alam non fisik di terjemahkan oleh bahasa bawah sadar sehingga tidak sama seperti saat anda sadar.

Ilmu telepati atau mempengaruhi orang jarak jauh juga tidak bisa instant. Kalau sekedar tahu metode nya, ikut tutor atau baca buku nya satu jam juga selesai. Untuk bisa masuk alpha zone, koneksi ke pikiran bawah sadar dan mengirim perintah jarak jauh tentu butuh latihan berkali kali dan belum tentu sehari jadi.

Program guru instant sama saja beli sertifikat palsu tanpa pernah ikut pelajarannya. Pernah dengar kasus sertifikat aspal (Asli tapi Palsu) untuk pendidikan ? Cukup bayar sekian juta, anda tanpa kuliah bisa dapat gelar S1 dan S2. Hanya 1 jam jadi.  Banyak pemburu kerja cari sertifikat model ini.

Jangan salah… banyak ‘orang pintar’ yang juga beli sertifikat macam itu. Doktor honoris causa…. Yang tak ada kaitannya dengan profesi paranormal mereka. Dan para ‘orang pintar’ itupun terbitkan sertifikat untuk program guru yang mereka gelar, kadang dimiripkan dengan gelar akademis MBA, MSi… atau sekedar Grand Master saja. Tentu saja sertifikat macam ini tak ada standar resminya dari pemerintah, hanya sekedar ‘stempel’ saja.

Lalu bagaimana kualitas program guru macam itu ? Yang paling menyedihkan, yang didapat selain sertifikat, juga copy diktat yang di ketik manual, kadang tulis tangan. Isinya mirip di mujarobat atau primbon, harus pakai tirakat juga. Dapat pusakapun, semuanya barang palsu. Batu yang dicelup diair bisa menyala merah, katanya merah delima. Diraba saja ketahuan bukan batu, di pecah, nampak sekali isinya.  Atau pusaka dari logam berbentuk keris, semar, cakra atau yang lain ? Dipasar daerah Solo dan Surabaya, banyak dijual.

Tapi jangan khawatir, masih ada segelintir orang pintar yang jual program guru dengan serius. Anda di beri metode pelatihan yang efektif. Plus bisa konsultasi sampai anda mahir.

Jika sudah ‘berisi’ dan ingin buka praktek bagaimana lanjutannya ? Tergantung niat awal belajar ilmu metafisik. Ada yang memang suka seperti orang suka baca buku atau jogging. Ada yang niat untuk membantu orang lain (100% tetulung). Ada yang niat untuk balas dendam. Ada yang niat untuk dijadikan profesi.

Ada 4 tipe ‘orang pintar’jika dilihat dari imbal jasa.

1. Yang niat menolong sesama dengan ikhlas dan menolak segala bentuk pemberian materi.

Penulis kenal beberapa orang tipe ini. Bagi mereka menolong sesama adalah kewajiban dan puas dengan amal baik mereka. Padahal sering mereka harus tirakat kalau kasusnya berat, bahkan kadang mempertaruhkan nyawa saat tarung gaib. Kadang ada pasien yang sama sekali tak ucapkan terima kasih, belum lagi pihak keluarga menggerutu lihat sang kiai malah menolak segala bentuk pemberian.

2. Yang pantang meminta imbalan tapi tidak menolak ucapan dan tanda terima kasih.

Tipe ini banyak dikenal dikampung. Cukup dengan rokok, gula dan teh…. Mereka orang yang sangat sederhana, baik hati dan tak mau menyakiti pasien dengan menolak pemberian pasien.

3. Yang pakai bahasa terselubung saat minta imbalan, yang di kemas dalam istilah syarat.

Misalnya : butuh lidi aren yang jatuh dari pohon karena tersambar petir ( ha ha ha, cari dimana ?), butuh minyak khusus dan sesaji khusus yang pasien tak pernah dengar namanya, butuh hewan yang aneh seperti kadal atau cicak berbuntut dua (???), ayam cemani yang anak pertama (telur pertama)…. Intinya supaya pasien karena tak mau repot akhirnya bilang : saya borongkan anda saja, ini saya titip uang. Apa ini menipu ? Tidak…. Pasien datang bawa masalah, curhat, minta solusi, kadang orang pintar harus tirakat dan bertaruh nyawa, hal yang wajar kan minta imbal jasa ? Naik angkot atau becak saja bayar kok. Beli permen saja bayar.

4. Yang keempat, buka iklan di media massa.

Mereka professional, hidupnya dari profesi ini. Maka totalitas mereka tak usah diragukan. Biarpun lebih banyak yang kemampuannya pas pas an tapi nekat buka praktek karena pendapatannya OK… tapi iklan sangat membantu mereka. 80% pendapatan mereka habis untuk iklan. Ada yang moderat, tarif ekonomis… ada yang raja tega, menyembelih pasien supaya uangnya terkuras habis.

Dari segi skill, kemampuan…. bisa digolongkan 4 tipe.

Tipe pertama, hanya bermodal mulut manis, buku mujarobat dan buku resep obat tradisional. Golongan ini biasanya jualan jimat, atau buku panduan ilmu, atau praktek pengobatan dengan modal nekad. Ada kejadian, pasien patah tulang, hanya di beri minum air putih, dibalut dengan kain yang diberi mantra !!! Jelas saja ahli sangkal putung yang kemudian  menangani pasien jadi menyumpah karena penanganan terlambat.

Tipe kedua, sudah punya kemampuan ekstra tapi wawasannya masih terbatas. Biasanya semua masalah pasien dianggap terkait dengan gangguan gaib. Ritual dilakukan, transfer enersi untuk pagar gaib dilakukan. Apa yang di pesan gurunya, semua dilakukan. Kalau kasus begini, sesajinya A.B,C… doanya ini dan itu. Kadang dia tak tahu makna di balik semua ritualnya, dia hanya pengikut saja. Tapi kadang, dia tak tahu ada apa sebenarnya dibalik suatu ritual warisan gurunya. Bisa karena sang guru juga memang tak tahu, atau sengaja tidak memberi tahu.

Ada kejadian dimana sang guru berikan minyak yang konon bisa deteksi tingkat enersi. Makin tinggi enersinya, makin panas minyaknya. Minyak itu digosok ketubuh pasien, atau ke benda syarat. Dia atau pasien salurkan enersi. Lalu dipegang. Kurang panas, enersinya kurang, salurkan lagi. Padahal jenis minyak itu memang panas begitu kena angin, mirip minyak gosok……

Tipe ketiga, sudah masuk tahap semi hakikat. Maksudnya tak terikat ritual tertentu, kadang tak pakai mantra dan syarat. Terawangan pun dengan mata terbuka. Pasien kadang diberi amalan, kadang cukup didoakan.

Tipe keempat sudah tahap kasunyatan. Bukan hanya dibantu secara batin, tapi pasien diberi langkah yang harus dilakukan di alam fisik. Sebab semua ka nada sangkan parannya. Ada sebab akibat.

Dari keempat tipe di atas, yang harus di waspadai adalah tipe pertama. Bisa dibilang mereka penipu, yang cuma cari keuntungan dari orang bingung. Tipe kedua, ketiga dan keempat boleh diandalkan. Mereka bukan sekedar tong kosong. Kewaskitaan teruji, kedigjayaan juga punya, doakan orang pun insya Alloh makbul.

Yang perlu diingat, waspadai yang berkedok spiritualis agama tertentu. Bukan rahasia lagi, banyak orang pintar pakai sorban padahal gemar main PSK, bahkan mengaji pun tak bisa. Yang diajarkan ayat suci, tapi tingkah laku nya sama sekali tidak suci. Bahkan ada yang berkedok rohaniawan agama lain, nyatanya bawa kabur uang calon pasien. Intinya, jangan terkecoh bungkusnya, seragamnya, penampilannya. Kadang, penampilan dibuat untuk segmentasi pasar.

Ada dua kunci penting untuk cari ‘orang pintar” :

1.  Waspada bahasa iklan.

Namanya juga iklan, pasti sundul langit. Seperti iklan sabun, modelnya pasti kulitnya mulus. Padahal mulusnya bukan karena sabunnya, tapi karena dari sono nya atau perawatan di salon.

2. Makin aneh, makin ketahuan bohongnya.

Jika si orang pintar bisa bikin keris menari, atau atraksi yang mengagumkan lainnya…. ingatlah sulap dari David Copperfield dan ilusionis lain dari Barat. Mereka bangga, buat trik yang tak bisa dipecahkan orang awam sehingga nampak seperti magic. Kalau di negara kita, trik di anggap magic, sehingga bisa ‘menggorok’ uang calon klien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: