Archive for the ‘Hikmah’ Category

PERISAI DIRI (Masruri)   1 comment

Buku PERISAI DIRI tulisan Masruri ini terbitan Dahara Prize di bulan Mei 2012. Juni 2012 sudah bisa di temui di Gramedia. Buku ini paduan dari dua ilmu sekaligus. Ilmu Kebal dan Ilmu Siker (pagar gaib). Masruri juga pernah menulis 2 buku tentang 2 ilmu tersebut. Tapi jangan khawatir…. Materi nya (baca : ijazahan nya) tidak sama dengan buku sebelumnya).

Bab I-IV membahas khusus ilmu kebal. Di bab IV ada penjelasan 10 macam ilmu kebal. Jangan khawatir walaupun hanya 5 yang di ulas tuntas, 5 yang lain amalannya tetap di cuplik biarpun tidak lengkap. Ilmu kebal bebas pantangan juga ada.  Ilmu kebal yang membawa resiko ditangkap polisi karena kemana mana harus bawa pisau sebagai bagian sikap familiarnya terhadap amalan ilmunya…. Juga ada.

Yang perlu digaris bawahi adalah cerita nyata tentang ilmu kebal dan ilmu selamat. Ini nanti yang perlu di cermati pembaca dan di ambil hikmahnya.

Selanjutnya adalah bahasan ilmu siker (pagar gaib) untuk membentengi rumah, pekarangan dll (baca : aset). Yang unik adalah cerita tentang pakar siker yang terpaksa menandai rumahnya karena kadang beliau pun pandangan matanya jadi tersamar saat mau ke rumahnya. Rumahnya jadi “hilang”. Ini luar biasakan… menandakan kuatnya daya siker nya sampai pemilik ilmu siker nya pun bisa terpengaruh !!!!

Amalan di buku ini ada yang pakai laku tirakat… ada yang cukup wirid. Bahkan yang mau terima jadi pun ada , tinggal datang ke lokasi rumah si pakar ilmu kebal dan ilmu siker.

Buat yang ingin referensi macam macam ilmu kebal dan ilmu pagar gaib, silahkan baca buku ini. Buat yang mau ngangsu kawruh dan mempelajari ilmu di buku ini, silahkan. Jika masih kurang lengkap, penulis juga masih punya ebook tentang ilmu ini (http://infometafisika.com/ebook-siker-pagar-gaib.html dan http://infometafisika.com/ebook-ilmu-kebal.html). Tentunya dengan materi keilmuan yang berbeda.

Bentengi Diri, Keluarga dan Aset Anda. Itu line di bawah judul buku ini. Dan melihat isi buku ini, sangat sesuai !!!!!!

“BELAJAR PRAKTIK TRANSFER ENERGI METAFISIKA”   Leave a comment

Buku ini karangan Masruri (http://infometafisika.com/) dan Kariadi. Keduanya spiritualis di Pati – Jawa Tengah. Masruri juga penulis puluhan buku metafisika dan ebook metafisika.

Buku ini diterbitkan pertama kali tahun 1998 oleh CV Aneka – Solo. Isinya ijazah berbagai macam hizib.  Programnya 17 minggu. Dimulai dengan prolog tentang ilmu selamat dan enersi batin sekitar 50 halaman, lalu mulailah halaman “inti” nya.

1. Pembuka

2. Hizib Akbar — menyembuhkan sawan pada anak kecil

3. Hizib Jaelani– menyembuhkan sawan, mempersatukan hubungan yang pecah, perlindungan dari dizalimi orang.

4. Wirid Pribadi—keteguhan iman

5. Wirid Kekebalan—selamat dari serangan

6. Wirid Pencernaan—menyembuhkan gangguan perut

7. Karisma Wibawa—karisma wibawa, terhindar dari bahaya

8. Penawar Racun—menawarkan racun makanan sampai binatang

9. Hizib Maghrobi—anti gangguan makhluk halus

10. Keselamatan

11. Hizib Khofi—wibawa dan karisma, penglarisan

12. Asmak Ruh—menolong orang pingsan, komunikasi dengan roh orang yang sudah meninggal

13. Tolak Balak

14. Doa Makbul

15. Hizib Nawawi—perlindungan, sifatnya keras

16 Hizib Khos—menyembuhkan gondok, amandel, tumor, uci uci

17. Pamungkas

Hanya yang wirid ke 2, 5 dan 17 yang pakai puasa. Lainnya cukup diwirid saja.

Mungkin anda pernah dapat amalan serupa dengan nama berbeda, lafal sedikit beda dan fungsi berbeda…. tapi itu biasa di kalangan ilmu hikmah. Beda guru, beda pengalaman spiritual, beda pengajaran.

Pagi pembaca buku buku Masruri, seperti dapat bonus disini. Jika membahas suatu tema metafisika umumnya Masruri menyertakan sekitar 4-5 amalan. Disini… ada 17 amalan !!!! Bedanya lagi, amalan di buku ini disusun dalam kurikulum khusus. Tentunya di harapkan jika pembaca mengamalkan ijazah dalam buku ini, dia punya kemampuan metafisik multi fungsi.

Selamat membaca dan mencoba  ^ ^

GENDAM YES OR NO (A. MASRURI)   Leave a comment

ULASAN BUKU GENDAM YES OR NO (A. MASRURI)

Judul buku                    :  Gendam Yes or No (Jangan Mau Hanya Jadi Korban)

Pengarang                    :   A. Masruri

Penerbit                        :   Dahara Prize

Tahun                            :    2011

Harga                             :   Rp 34.000,-

Halaman                       :  166

Masruri adalah penulis spesialis masalah metafisika. Puluhan buku sudah ditulis, baik tentang tenaga dalam, trik trik pedukunan, jimat, santet, pelet, jin, pengobatan dll. Belum lagi ebook yang ditawarkan Masruri lewat situs http://infometafisika.com/index.html  tentang ilmu kebal, hizib maghrobi, ilmu penjaga gaib (sedulur papat), ilmu siker pagar gaib, hipnotis metafisika, lawe (reiki jawa), ilmu gerak reflek sampai money magnet supranatural.

Ada perbedaan mendasar dari buku Gendam Yes or No tulisan Masruri, dibandingkan buku hipnotis yang banyak beredar.  Kebanyakan buku menjelaskan pengertian hipnotis, praktek hipnotis berbagai tahap (pra induksi, induksi, pendalaman dll). Di buku ini penulis menambahkan contoh kejahatan gendam yang sering terjadi di masyarakat.  Ternyata teknik gendam lebih banyak dikemas dalam satu bentuk skenario yang mengarahkan korban sehingga bisa dikerjai. Dan ada juga yang murni penipuan, tapi karena korban malu akhirnya pilih mengaku menjadi korban gendam.

Di bab 3 dan 4 dibahas tentang penipuan dengan teknik ‘gendam’.Ada yang “menjelma” menjadi orang pintar, ada yang mengaku orang penting di suatu instansi. Modus yang sering kita dengar terjadi di sekitar kita.

Di bab 5 dan 6 dibahas bagaimana mengatasi gendam, baik dari diri pribadi mapun dengan alat bantu.

Di bab 7 dibahas contoh aplikasi teknis gendam yang diketahui penulis di masyarakat secara umum. Dari mulai menagih upah, menyembuhkan judi, menggagalkan pernikahan tak seiman,  menundukkan preman .

Di bab 8 dibahas tentang kesaksian orang yang menyaksikan gendam secara langsung. Yang ngamuk jadi langsung tidur, atau anak kecil yang susah makan jadi doyan makan  :)

Di bab 11 dibahas tentang berbagai metode gendam supranatural. Termasuk amalan yang ternyata juga di pakai Amien Rais dan Mahfud MD. Bahkan dari penelitian Masruri,  amalan peluluh hati (pengasihan) bisa di kembangkan untuk gendam juga.

Nampak jelas sekali kalau buku ini memang ditulis oleh praktisi supranatural, untuk kalangan yang sama juga. Khas tulisan Masruri selalu dicantumkan beberapa metode (amalan dan tirakatnya) tentu berbeda dengan buku hipnotis yang umumnya hanya fokus ke teknik masuk ke bawah sadar suyet dengan penggunaan teknik verbal (kalimat).

Secara keseluruhan, upaya menjelaskan gendam dari banyak sisi yang dilakukan Masruri cukup komprehensif dan tentunya bisa membuat pembacanya tersadar apakah gendam itu sebenarnya, dan bagaimana mengenali serta mengantisipasi kejahatan dengan metode gendam. Tentunya buku Masruri ini tidak mengupas semua teknik kejahatan gendam yang sangat bervariasi . Teknik bius, tukar jam mahal atau mata uang asing, titip barang dagangan dan banyak lagi tidak dibahas di buku ini. Gendam mafia jalanan banyak terjadi di sekitar kita. Waspadalah….

Pro dan Kontra Ilmu Hikmah   Leave a comment

Ilmu Hikmah adalah sebutan buat ‘ilmu gaib’ yang menggunakan ayat ayat suci sebagai landasannya. Awalnya adalah menggunakan nama Alloh dalam doa, sebab Alloh lah pengabul doa. Lalu dicari ayat ayat suci yang punya keterkaitan dengan hajat. Misalnya untuk urusan karisma dan pengasihan dipakai Yusuf 4. Untuk keselamatan, panglimunan, pambungkeman  dipakai Al Baqaroh 18. Untuk keselamatan dan tenaga dalam di pakai At Taubah 128 dan 129.

Bagus sekali bukan ? Intinya tetap bersandar pada pertolongan Alloh. Sayangnya kemudian berkembang hal hal yang nyleneh, misalnya terkait dengan asbabun nuzul alias sebab sebab turunnya ayat.  Misalnya ayat panglimunan (ilmu menghilang) yang konon dipakai saat nabi Muhammad SAW menyelamatkan diri saat mau dibunuh dan diganti sahabat Ali.  Atau ayat kebal yang konon dipakai nabi Muhammad SAW saat berperang. Lupakah kita saat nabi di kejar Datsur, ditanya siapa yang melindungimu dan dijawab : Alloh….. maka jatuhlah pedang dari tangan Datsur ? Tidak ada ayat khusus yang dibaca nabi.

Lebih nyleneh lagi ada kiai yang saat minta mahar dari ijazah ilmunya pakai argument ayat Al Baqaroh 41: janganlah menukarkan ayat ayat Ku dengan harga yang rendah. Padahal asbabun nuzulnya kan sindiran buat pemuka agama Yahudi saat itu yang banyak menyelewengkan ayat suci mereka.  Jadi mirip kiai kiai yang jadi jurkam saat kampanye pilkada atau pemilu.   Lebih baik kan kalau pakai alasan, jika dapat ijazahnya murah atau gratis, ilmu tak akan diwirid, diamalkan. Atau bilang saja, adab berguru memang begitu.

Dari islam golongan tertentu banyak juga yang protes. Dianggap itu suatu bid’ah. Tak ada ceritanya jaman nabi Muhammad SAW dulu baca ayat tertentu buat pentalkan lawan dengan pukulan jarak jauh (ilmu tenaga dalam), anti gores dan bacok, ilmu menghilang sampai ilmu pelet. Ada juga cerita sahabat mengobati orang dengan ayat suci. Penulis kadang berpikir, buat mereka yang suka rekayasa asbabun nuzul suatu ayat, gimana ya alasan mereka untuk ayat meraga sukma, pelet,  menang undian kocokan, menang pilkada, menutup luka, membalikkan ilmu santet, mendatangkan makhluk gaib,  penglarisan dll ???

Beberapa kiai yang saya kenal malah tegas mengatakan : Islam rahmat semesta.. Nabi Muhammad SAW butuh 23 tahun untuk syiar agama, firman Alloh terangkum dalam Al Qur’an. Kini Al Qur’an mudah didapat di toko buku. Jadi kenapa harus bayar mahal ? Bukan kita yang punya ayat itu, bukan kita yang kabulkan doa itu. Kenapa sih tidak menghargai itu ?

Seorang kiai yang saya kenal bahkan sudah meninggalkan amalan yang tak pernah diajarkan nabi. Segala macam asmak, hizib apalagi yang ada sebutan nama nama malaikat (atau jin ?) yang tak pernah disebutkan nabi. Padahal sebelumnya beliau sangat ahli dalam ilmu hikmah. Waskita dan digdaya. Pendek kata, semua ilmu yang ada di iklan paranormal, beliau kuasai. Waktu tamunya mengeluh surat emas nya hilang, di suruh mencari ke bawah lemari yang di kamar tidur. Sang tamu mengomel, sudah bolak balik mbah…. Tapi tetap disuruh mencari. Ternyata, memang ada disana. Mendadak muncul disitu ? Entahlah. Tamu lain dagangannya di bawa kabur relasi baru yang lupa membayar. Sang kiai menyuruh  tamu itu mencari ke alamat yang disebutkan relasinya, tak lupa sang kiai menggambarkan detail rumahnya…. Lingkungan sekitarnya, barang dalam rumahnya. Posisi barang dagangannya. Sang tamu mencari kesana dan terperanjat saat tahu betapa betul nya kata si kiai. Dan cerita di atas bukan kata kiainya, tapi tamu tamunya yang kebetulan teman penulis sendiri. Apa tidak sayang meninggalkan amalan amalan ilmu hikmahnya si kiai itu ?

Jawab si kiai sederhana. Tuntunan berdoa jelas. Dari mau pakai baju, mau mandi, mau wudhu, buang air, minta selamat di jalan, mau tidur, terhindar dari musibah, doakan orang sakit… lengkap. Beli saja bukunya di toko, banyak kok… murah lagi.  Jangan terpaku dengan ayat khusus dengan ijasah khusus, dengan laku khusus yang semuanya tak pernah di ajarkan nabi. Apalagi yang ayatnya di modifikasi…  di tambah sebutan nama nama yang kita tak pernah dengar, takutnya tanpa diketahui kita justru bertindak syirik, meminta kepada selain Alloh. Bagi si kiai, nabi Muhammad SAW adalah nabi penutup. Akan aneh jika ada yang andalkan amalan dari nabi lain. Apalagi dapat amalan yang katanya amalannya para malaikat. Ingat saja…. Nabi Muhammad SAW disebut rosul karena bertugas menyampaikan wahyu. Dan dengan sifat beliau yang amanah, apa iya ada pelajaran yang disampaikan pada kalangan tertentu ? Yang khusus, rahasia dan saat itu mungkin belum pantas dibuka untuk umum ? Saat beliau akan meninggal, yang dicarinya adalah : umatku… umatku….. karena beliau cinta pada umatnya. BUKAN pada golongan atau kelompok tertentu.

Apakah si kiai yang tinggalkan semua amalan ilmu hikmahnya hilang karomahnya ??? Sama sekali tidak. Dengan tinggalkan amalan dari pakem yang dia anggap tak diajarkan nabi, dan menangani tamu yang datang dengan doa yang ‘biasa biasa’ saja…. Tak ada yang berubah. Tamu tetap merasa terbantu. Kenapa begitu ? Sederhana saja, bukan urusan kita untuk mengabulkan doa, itu wewenang Tuhan. Jadi saya anggap memang kiai itu sudah punya maqom khusus. Kiai ini masih muda. Tidak duduk manis menunggu tamu di rumah tapi aktif sebagai PNS dan pengurus masjid.

Kiai lain yang saya kenal punya kemampuan unik berhubungan dengan makhluk gaib atau arwah para wali. Wiridnya ? Tak ada. Dia bilang : capek saya ikut tarekat sana sini. Wirid sampai mulut berbusa dan tidak bisa kerja. Waktu habis buat wirid. MENGINGAT ALLOH kok dihitung ? Rahmat Alloh saja tak terhitung !!! Masuklah dia ke tahap hakikat (dia menolak disebut makrifat). Dalam batinnya selalu ingat Alloh biarpun secara fisik sibuk beraktifitas. Nyatanya, waktu ada hujan badai, didepan penulis dia ‘protes’. Hujan kok pakai angin kencang begini, berhenti sajalah anginnya… dalam hitungan detik, anginnya sirna. Saat penulis dream travel atau soul travel, sering ketemu kiai ini. Kadang bawa anaknya yang masih SD kelas 1  !!! Bahkan saat mengalami kesulitan di alam non fisik, si kiai datang dan dengan mudahnya bereskan masalah penulis. Saat bertemu secara fisik, penulis bertanya : kok sering ketemu pak ? Jadi merasa di awasi nih…. Dia jawab dengan santai… itu pesanan tuan guru, minta ‘newbie’ didampingi supaya tak ada masalah. Kiai yang ini juga masih muda, hobi main catur, wiraswasta….

Masalah benar tidaknya, bid’ah tidaknya belajar ilmu hikmah tergantung sudut pandang penilainya. Bagi penulis, selama tidak melanggar syariat saat lakunya atau pengamalannya, tidak menyiksa diri sendiri, tidak untuk merugikan orang lain…. Kenapa tidak  ? Toh Alloh yang kabulkan doa. Doa terkabul bukan karena ijazah seorang guru dan mahar yang sudah dibayar. Itu bagian dari adab berguru. Juga bukan karena menyebut nama malaikat dan jin tertentu yang ‘katanya’ sudah diikat perjanjian oleh nabi Sulaiman. Juga bukan karena tatanan laku yang di pesan sang guru. Laku adalah sebuah metode, teknik, yang sudah teruji. Pengalaman sukses itulah yang buat seorang guru berani ajarkan pada muridnya. Jadi jangan protes kalau sama ayatnya, beda tirakatnya, atau malah beda fungsinya…. Itu pengalaman pribadi pengguna sebelumnya. Kalau ayat bunyinya hampir sama ? Jangan ribut kalau tak paham bahasa arab. Tradisi lisan dalam penyampaian ijazah ayat sering buat pendengarnya menulis sesuai dengan yang dia dengar. Yang penting harus selalu di ingat, yang kabulkan doa itu Alloh.   ^ ^

Al Hikmah – Cisoka, Tangerang   Leave a comment

Sekilas Al Hikmah

Al Hikmah yang berpusat di Cisoka, Tangerang adalah salah satu perguruan tenaga dalam tertua di Indonesia, dan punya anggota di seluruh Indonesia bahkan sampai manca negara. Didirikan oleh Abah Syaki murid dari Abah Toha dan Haji Amilin.

Berbeda dengan tenaga dalam lain yang umumnya hanya menggunakan kedutan perut, Al Hikmah juga mengajarkan kekuatan tangan.

Sesuai nama dan sumber keilmuannya, Al Hikmah di peruntukkan khusus muslim. Bahkan jika yang ingin berguru seorang wanita, harus di sertai muhrim nya saat pengisian, untuk menghindari fitnah.

 

Di Al Hikmah, guru di sebut perawat. Karena memang tugasnya merawat muridnya supaya tetap di jalur yang benar sesuai  syariat. Pengisian di sebut gores. Sehingga tingkat di Al Hikmah di sebut gores satu dan gores dua. Tingkat selanjutnya di sebut perawat.

 

Informasi sejarah Al Hikmah berikut didapat dari kaskus, http://perguruan-al-hikmah.blogspot.com dan http://sinlamba.wordpress.com

 

Sejarah Al Hikmah

Di awali dengan pak Toha (15 Agustus 1989 -8 Desember 1957) yang semenjak kecil yang selalu bercita cita untuk mempunyai ilmu yang sangat dia idam idamkan ( ilmu yang mempunyai karakteristik seperti alhikmah yang nanti akan di jelaskan)..

Kemudian pak Toha muda pergi belajar salah satu pesantren di daerah Banten dan belajar di sana selama 7 tahun.. namun selama tujuh tahun di sana dia hanya mendapat kan ilmu Qiro’at, Fiqih dan silat CIpecut.

Biaya yang dia keluarkan sudah banyak namun ilmu yang dia idam idamkan belum juga dia miliki… akhirnya pak Toha pulang ke rumahnya di jakarta…

Ketika dalam perjalanan pulang menggunakan kereta api.. beliau terus melamun memikirkan biaya yang telah habis namun ilmu yang dia idam idamkan belum juga di dapatkan…
Ketika sedang terbuai dalam lamunanya datanglah 3 orang jawara menghampiri.. dan salah satu mereka langsung berkata : “ada ilmu yang hanya membaca dua kalimat syahadat, tetapi bila di tunjuk ke orang yang berniat jahat, maka orang itu langsung terpental”

Pak Toha kaget karena itu lah salah satu ciri ilmu yang dia idam idamkan..
kemudian dia bertanya ” ilmu apa ? dan dimana saya bisa mempelajarinya?”
tanpa banyak bicara salah seorang dari ketiga jawara itu menulis satu alamat pesantren di bungkus rokok.

Pada saat membaca alamat tsb. kemudian pak toha menoleh ke 3 orang jawara tsb.. mereka sudah tidak ada, bahkan di cari di seluruh gerbong kereta tetap tidak ada…

Sesampai nya di rumah.. bapak dari pak toha sedih karena cita cita anaknya belum tercapai.. namun pak toha menceritakan kejadian di kereta yang kemudian membangkitkan semangat bapak nya lagi…

kemudian orang tua pak toha menjual kuda dan delmanya sehingga beliau beralih profesi yang tadinya tukang delman menjadi tukang daun dan tali…. demi tercapainya keinginan anaknya

Alkisah pak Toha kemudian berangkat ke pesantren yang di tuliskan oleh salah satu jawara di kereta..

Di perjalanan pak toha melewati sawah yang sangat luas dan beliau sempat tidur beralaskan jerami di sawah tersebut karena kelelahan..

Sesampainya di pesantren yang di tuju.. pak toha langsung bertemu dengan kiyai di pesantren tersebut.. selesai menjawab salam dari pak toha kyai tersebut langsung bertanya ” mau kemana kamu Toha?” pak toha kaget karena kyai tersebut sudah mengetahui namanya sebelum dia menyebutkan nama.. kemudian pak toha menjawab ” saya hanya ingin mencari ilmu kyai”

Kemudian kyai tersebut berkata ” karena ilmu qiroat dan fiqih kamu sudah cukup, maka kamu tidak perlu lagi belajar seperti santri yang lain.. kamu hanya cukup mengisi bak air wudhu di masjid”

3 tahun kurang sepuluh hari lamanya pak toha hanya menjadi seorang pengisi
bak tempat berwudu santri yang jumlahnya kurang lebih 300 orang..

Pak toha yang selama 3 tahun itu tinggal di masjid tidak pernah sekalipun melihat kyai sholat di masjid, baik sholat 5 waktu atau pun shalat jumat..
beliau hanya bertemu dengan kyai hanya pada waktu selepas duha… yang mengajaknya mengurus kebun kebun.

karena selama 3 tahun pak toha merasa tidak belajar apa apa.. kemudian pada suatu hari pada waktu subuh pak toha mendatangi kyai sambil membawa al-Quran dengan maksud hendak belajar lagi mengaji..

Namun keinginannya di tolak oleh kyai tsb.. dengan ucapan ” Toha ilmu qiroat kamu sudah cukup kamu pelajari dulu di banten”
kemudian pak toha hanya di suruh membeli daun kawung ( daun untuk tembakau) dan di suruh menunggu di masjid serta tidak boleh tidur sampai kyai datang…

Setelah membeli daun kawung pak toha menunggu kyai di masjid sampai jam 2 malam yang akhirnya kyai baru datang…

Karena melihat sampai pada saat itu pak toha belum juga tidur, kemudian kyai melihat kesungguhan dari pak toha… kemudian kyai duduk di depan pak toha…

Beliau meminta daun kawung yang tadi di beli pak toha, kemudian beliau mencabut satu helai dari daun kawung tersebut.. aneh nya di helai kawung tersebut sudah tertulis ayat alquran.. kemudan kyai menunjukan pada pak toha dan berkata ” ini bukan yang kamu cari toha?” pak toha menjawab ” bukan”

helai demi helai di cabut dan pak toha selalu menjawab bukan, hingga akhirnya hanya tersisa dua helai.. kyai bertanya : ” bagaimana jika yang kamu cari tidak ada di sini?” pak toha menjawab : ” saya ikhlas jika memang tidak ada.. tapi tolong lah beri saya petunjuk kyai”

Kyai tersenyum dan kemudian mencabut 2 helai kawung yang tersisa.. yang ternyata bertuliskan dua kalimat syahadat…

pak toha langsung sontak berbicara… ya itu yang saya cari kyai…
kemudian kyai membelah daun kaung tersebut.. sambil berkata : semua yang bergerak di perut adalah hak kamu dan yang bergerak di tangan adalah hak H.amilin… dan pada suatu saat nanti ada murid kamu yang menyatukanya…”

Sebegitu lamanya perjuangan pak toha untuk mendapatkan ilmu yang dia idam idamkan… bersyukur lah bagi para ikhwan yang telah mendapatkanya..

Kiai tersebut adalah H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten. Syekh Abdul Karim adalah tokoh tarekat Qadiriyyah.

Kemudian pak Toha mendirikan perguruan SINLAMBA yang mempunyai 60 murid utama yang salah satunya adalah abah H.Syaki.

 

Abah H.Syaki bertemu dengan pak toha pada tahun 1935…
pada saat itu beliau melihat pak Toha sedang melatih murid muridnya..

Kemudian abah penasaran dan mencobanya.. ketika beliau mencoba beliau langsung terpental.. kemudian dari situlah abah menjadi murid pak Toha. Dari pak Toha, abah mendapat 6 amalan yang kelak menjadi tingkat 1 dari ilmu Al Hikmah dengan kekuatan kedutan pada perut.

Setelah lama balajar tahun 1952 setelah H.Ramli lahir abah pun di syahkan menjadi pembina yang kemudian beliau menjadi orang yang terpilih oleh pak toha untuk menyatukan ilmu pak toha dengan H.Amilin. Setelah pelajaran dirasa cukup, Abah Toha kemudian memerintahkannya untuk melanjutkan pelajaran kepada Abah H. `Amilin yang berdomisili di Dayeuh Kolot Bandung.

Abah segera berangkat ke Bandung.. dan perjumpaan terjadi di tengah sawah.. tatkala Abah kemudian bertemu dengan seorang petani yang berperawakan kecil lalu bertanya.. dimanakah rumahnya Abah H. Amilin.. lalu disambut dengan pertanyaan lagi, untuk apakah kamu mau kesana..lalu dijawab Abah, mau berguru sesuai amanat dari Abah Toha.. yang ada, Abah segera ditantang berkelahi oleh petani itu.. dan segera saja Abah melayani dengan mengeluarkan jurus silatnya.. dan terjadi lagi…hanya dengan sedikit gerakan mengibas.., abah langsung terjatuh dan tidak bisa bergerak..

Akhirnya petani itu tersenyum, dan kemudian menunjukkan arah rumahnya H.`Amilin. Lalu berangkatlah Abah Syaki dengan perasaan herannya.. mencari ke arah yang ditunjukkan.. dan sesampainya di rumah H.`Amilin.. betapa kagetnya Abah… ternyata…Abah H.`Amilin ialah.., petani yang ditemuinya tadi di lokasi sawah ..Beliau sudah ada di rumah itu dan mengenalkan dirinya ialah yang dicari

Demikianlah selanjutnya abah Syaki diceritakan kemudian menerima pelajaran Asmak sebanyak 28 amalan, yang terbagi kepada 4 bagian / tingkatan. Kelak amalan inilah yang menjadi materi tingkat 2 di ajaran Al Hikmah dengan kekuatan pada tangan.

Belakangan Abah Syaki memutuskan berpisah dari Sin Lam Ba karena dari 60 orang rekannya kebanyakan melatih orang non muslim. Abah H. Syaki berpikir dan berprinsip tidak mau sama-sama diakhirat nanti bersama orang-orang diluar Islam. Abah H. Syaki memisahkan diri dari SINLAMBA karena singkatan SINLAMBA (saudara lahir batin) artinya bersatu dari dunia sampai akhirat, umpamanya ke neraka ke nerakalah semua, kalau ke surga ke surgalah semuanya.

Awalnya abah Syaki memakai nama KSBPI, lalu setelah istikharoh diberi nama Al Hikmah.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.